Site icon bloomsburyleisuregroup.com

ESDM Tingkatkan Penyerapan Panel Surya dengan 100 GW PLTS

[original_title]

custompaperswriting.com – Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berkomitmen untuk meningkatkan penggunaan panel surya lokal dalam rangka pembangunan 100 gigawatt (GW) pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) guna memenuhi kebutuhan domestik. Ini merupakan respons terhadap tekanan yang dihadapi industri panel surya dalam negeri akibat tarif impor dari Amerika Serikat yang mencapai ratusan persen untuk produk panel surya Indonesia.

Wakil Menteri ESDM, Yuliot, menjelaskan bahwa langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat pengembangan PLTS. Dalam penjelasannya, Yuliot menegaskan pentingnya meningkatkan kapasitas PLTS demi keseimbangan antara kebutuhan dalam negeri dan potensi ekspor. Saat ini, pihaknya masih memantau volume ekspor panel surya ke AS dan dampaknya terhadap industri domestik.

Yuliot juga mengungkapkan bahwa program PLTS 100 GW diharapkan akan meningkatkan permintaan akan panel surya buatan dalam negeri. Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) kini sedang merancang detail pelaksanaan proyek ini, dengan prioritas awal sebesar 17 GW.

Sebelumnya, pada 24 Februari, Departemen Perdagangan AS mengumumkan pengenaan Bea Masuk Imbalan Sementara (BMIS) pada produk sel fotovoltaik, termasuk panel surya. Tarif bagi Indonesia berkisar antara 85,99–143,30 persen, meskipun spesifikasi tarif tersebut lebih rendah dibandingkan negara-negara ASEAN lain seperti Malaysia, Vietnam, dan Thailand.

Dengan demikian, Kementerian ESDM berupaya agar pengembangan energi terbarukan tetap berjalan meskipun ada tantangan dari kebijakan asing, demi mendukung transisi energi yang lebih berkelanjutan di Indonesia.

Exit mobile version