Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Ekonom: Perampingan BUMN Tingkatkan Daya Saing dan Efisiensi

[original_title]

custompaperswriting.com – Program perampingan atau streamlining BUMN menjadi fokus utama bagi pemerintah Indonesia untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing perusahaan milik negara. Ekonom dari Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia, Mohamad Faisal, menyatakan bahwa target pemerintah untuk mengurangi jumlah BUMN dari sekitar 1.077 perusahaan menjadi 200-300 perusahaan memerlukan koordinasi yang kuat antar kementerian dan lembaga.

Faisal menilai langkah ini memiliki potensi dampak besar, tetapi juga membutuhkan usaha masif dan persiapan untuk mengatasi berbagai kendala teknis yang mungkin muncul. Dia menekankan bahwa keberhasilan reformasi tidak hanya ditentukan oleh berkurangnya jumlah BUMN, tetapi lebih pada kemampuan untuk meningkatkan efisiensi operasional, profesionalisme, dan daya saing tanpa mengorbankan kualitas pelayanan publik.

Pemerintah telah membentuk Tim Pengawalan Streamlining BUMN yang melibatkan berbagai instansi, termasuk Kejaksaan Agung dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Proses perampingan ini ditargetkan rampung pada 2026, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto. Faisal menambahkan, peningkatan kepercayaan masyarakat terhadap BUMN diharapkan dapat mendorong sinergi yang lebih baik dengan sektor swasta, yang berpotensi mendukung pertumbuhan ekonomi.

Meskipun sekitar 52 persen BUMN dilaporkan mengalami kerugian, COO Danantara, Donny Oskaria, menyebutkan bahwa program konsolidasi ini berpotensi menghemat hingga Rp50 triliun. Pentingnya menjaga keberlangsungan pekerjaan pegawai dalam proses ini juga menjadi perhatian, di mana semua pegawai akan tetap dipertahankan dalam perusahaan hasil konsolidasi.

Exit mobile version