Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Ekonom Menyebut Dua Peluang Pertumbuhan IHSG di 2026

[original_title]

custompaperswriting.com – Proyeksi fluktuasi pasar saham Indonesia pada tahun 2026 diperkirakan akan sangat tinggi, menurut ekonom dan praktisi pasar modal, Hans Kwee. Ia menyatakan bahwa Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) memiliki potensi untuk menguat hingga mencapai level 10.000, namun ada kemungkinan untuk turun ke level 7.500 dalam periode 12 bulan ke depan.

Pernyataan ini disampaikan dalam acara yang membahas arah IHSG di tengah tensi geopolitik dan potensi gelembung dalam kecerdasan buatan (AI) di Jakarta. Kwee menjelaskan bahwa keputusan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI), yang sedang mengkaji perubahan metodologi perhitungan free float saham emiten di Indonesia, akan menjadi faktor penting bagi investor, terutama investor asing.

MSCI berencana mengumumkan perubahan tersebut sebelum 30 Januari 2026, dan jika diterapkan, akan berlaku pada review indeks pada Mei 2026. Kwee menilai bahwa menghilangkan Perusahaan Terbatas (PT) dari kategorisasi investor publik dalam perhitungan free float adalah keputusan yang kurang tepat. Meskipun demikian, ia meyakini MSCI tidak akan melanjutkan rencana perubahan ini.

Dari sudut pandang jangka panjang, volatilitas IHSG juga akan dipengaruhi oleh kebijakan global, termasuk kebijakan suku bunga dan situasi geopolitik, terutama keputusan yang diambil oleh Presiden AS, Donald Trump. Di dalam negeri, kebijakan fiskal akan menjadi perhatian utama, mengingat defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun 2025 telah mencapai 2,92 persen dari PDB.

Meski ada potensi volatilitas, Kwee mengidentifikasi beberapa sektor yang dapat memberikan peluang bagi pelaku pasar, seperti sektor konsumer, energi, serta komoditas emas dan nikel. Pada penutupan perdagangan di Bursa Efek Indonesia, IHSG ditutup di posisi 8.951,00, mengalami penurunan 41,16 poin atau 0,46 persen.

Exit mobile version