Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Dedi Siapkan Penggabungan Puluhan BUMD Jabar Jadi Satu Holding

[original_title]

custompaperswriting.com – Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, mengumumkan rencana ambisius untuk merombak total struktur Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) dengan membentuk sistem super holding. Langkah ini direncanakan mulai berlangsung pekan depan dan bertujuan untuk mengatasi praktik BUMD yang tidak aktif serta menghilangkan tradisi penempatan tim sukses gubernur dalam posisi direksi atau komisaris perusahaan.

Dalam sebuah diskusi di Bandung, Dedi menyatakan bahwa seluruh BUMD akan bergabung menjadi satu entitas, selain Bank Jabar Banten (BJB), dengan harapan mengatasi masalah yang ada. Ia mengadopsi konsep yang berasal dari Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, dengan harapan dapat menyelamatkan aset strategis daerah senilai Rp4 triliun yang selama ini tidak menghasilkan keuntungan.

Dalam penjelasannya, Dedi mencatat praktik inefisiensi, seperti skema sewa mobil listrik senilai Rp350 juta per unit yang menyebabkan pengeluaran pemerintah mencapai lebih dari Rp11 miliar dalam setahun. Ia menyoroti bahwa pendapatan yang dihasilkan BUMD tidak berdampak positif terhadap kondisi keuangan daerah.

Gubernur menegaskan pentingnya memilih pimpinan BUMD berdasarkan profesionalisme dan netralitas, menolak intervensi politik dalam pengelolaan keuangan. Dengan rencana penggabungan ini, Pemprov Jabar menargetkan pengelolaan aset yang lebih transparan dan berorientasi pada hilirisasi ekonomi demi meningkatkan kontribusi terhadap APBD.

Dedi menekankan bahwa era penempatan direksi dan komisaris berdasarkan dukungan politik harus dihentikan, agar BUMD dapat berfungsi secara optimal dan tidak terganggu oleh kepentingan politik.

Exit mobile version