custompaperswriting.com – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mendorong perusahaan di sektor ekonomi kreatif untuk melakukan Initial Public Offering (IPO) di pasar modal Indonesia. Hal ini diungkapkan oleh Pejabat Sementara Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, setelah berdiskusi dengan Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, untuk memahami lebih dalam mengenai struktur bisnis di industri tersebut.
Jeffrey menjelaskan bahwa diskusi bertujuan untuk menjalin kerja sama dan pertukaran informasi antara BEI dan industri kreatif. Ia menggarisbawahi pentingnya pemahaman mengenai regulasi bagi perusahaan yang ingin tercatat di pasar modal. “Kami di Bursa akan mendukung pertumbuhan ekonomi kreatif nasional, yang diharapkan memberikan dampak positif bagi pasar modal,” katanya saat wawancara di Gedung BEI, Jakarta, Senin.
Lebih lanjut, Jeffrey menekankan bahwa pertumbuhan perusahaan-perusahaan dari sektor ini akan memperkaya portofolio industri di pasar modal. “Ini akan baik untuk diversifikasi portofolio, sehingga bursa dapat menampung lebih banyak sektor atau industri yang berkembang,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, BEI memfasilitasi penandatanganan Memorandum of Understanding (MOU) antara PT Folago Global Nusantara Tbk (IRSX) dengan lebih dari 150 artis dan kreator konten nasional. IRSX berupaya membuka akses bagi pelaku UMKM ke dalam ekosistem periklanan yang terstandarisasi dan efisien.
Sementara itu, Direktur Penilaian Perusahaan BEI, I Gede Nyoman Yetna, mengungkapkan bahwa saat ini ada satu perusahaan sektor hiburan yang berada dalam antrean untuk IPO. Terdapat spekulasi mengenai kemungkinan RANS Entertainment, milik Raffi Ahmad dan Nagita Slavina, yang sedang mengembangkan bisnis kebun binatang di Tangerang, sebagai calon emiten tersebut.