Site icon bloomsburyleisuregroup.com

Bakrie & Brothers Rencanakan Rights Issue untuk Raup Rp6,5 T

[original_title]

custompaperswriting.com – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) telah mendapatkan persetujuan dari pemegang saham untuk melaksanakan Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (PMHMETD), yang juga dikenal sebagai rights issue. Dalam penjelasan yang disampaikan oleh Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti, target dana segar yang diharapkan dari hak memesan tersebut berkisar antara Rp4 triliun hingga Rp6,5 triliun.

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang diadakan di Jakarta pada hari Jumat, menandai momen penting bagi perusahaan dalam upaya optimalisasi struktur pendanaan, terutama sehubungan dengan pengambilalihan PT Cimanggis Cibitung Tollways (CCT). BNBR berencana menerbitkan sebanyak 90 miliar saham baru Seri E, yang akan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia (BEI) sesuai ketentuan yang berlaku.

Semua dana yang diperoleh dari PMHMETD ini akan dialokasikan untuk memenuhi kewajiban perseroan serta modal kerja dan pengembangan usaha, termasuk CCT. Direktur Utama BNBR, Anindya N. Bakrie, yakin bahwa langkah ini akan memperkuat kinerja keuangan perusahaan dan memfasilitasi ekspansi usaha, yang pada gilirannya, diharapkan dapat meningkatkan laba dan nilai investasi bagi pemegang saham.

Anindya juga mencatat bahwa setelah pelaksanaan PMHMETD, rasio total pinjaman terhadap total aset diproyeksikan akan menurun dari 84,28 persen menjadi 67,9 persen. Hal ini menunjukkan komposisi pendanaan berbasis ekuitas yang lebih baik. Namun, ia mengingatkan bahwa para pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam pembelian saham baru akan mengalami dilusi kepemilikan hingga 33,33 persen.

Secara keseluruhan, langkah PMHMETD ini diharapkan dapat meningkatkan kesehatan finansial perusahaan dan memberikan fleksibilitas lebih dalam pengelolaan modal kerja serta dukungan untuk ekspansi masa depan.

Exit mobile version