custompaperswriting.com – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) mencatatkan laba bersih mencapai Rp502,74 miliar pada tahun 2025, meningkat 49,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp336,04 miliar. Kinerja positif ini ditopang oleh pendapatan bersih yang mencapai Rp3,74 triliun, meskipun mengalami penurunan 3,28 persen dari Rp3,86 triliun pada tahun 2024.
Direktur Keuangan BNBR, Roy Hendrajanto M. Sakti, menyampaikan rasa syukurnya atas pencapaian ini dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang berlangsung di Jakarta. Menurutnya, pencatatan laba ini bisa dicapai meskipun kondisi ekonomi global masih tidak menentu.
Pendapatan bersih BNBR sebagian besar berasal dari PT Bakrie Metal Industries (BMI) Group yang menyumbang Rp2,18 triliun. Kemudian, PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) Group memberikan kontribusi Rp1,08 triliun serta PT Bakrie Indo Infrastructure (BIIN) Group dengan Rp464,21 miliar. VKTR Group menunjukkan pertumbuhan pendapatan 8,5 persen, sedangkan BIIN Group mencapai kenaikan 41,6 persen.
Di sisi lain, PT Bakrie Pipe Industries (BPI), anak perusahaan BNBR yang bergerak di industri pipa baja, mengalami penurunan pendapatan menjadi Rp1,76 triliun, berkurang 22,8 persen dibanding tahun lalu. Sementara itu, PT Southeast Asia Pipe Industries (SEAPI) mencatatkan pertumbuhan 28,1 persen menjadi Rp194,54 miliar.
Pada sektor konstruksi dan EPC, PT Bakrie Construction (BCons) membukukan pendapatan sebesar Rp171,58 miliar, melonjak 330 persen dari tahun sebelumnya. Pertumbuhan ini didorong oleh sejumlah proyek yang sedang berjalan. Pencapaian ini mencerminkan daya saing perseroan di tengah tantangan yang ada.