custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami lonjakan 2,07 persen pada Rabu (25/03), mencapai posisi 7.253,77. Analis pasar modal, Reydi Octa, mengungkapkan bahwa ketidakpastian geopolitik, khususnya konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, serta tingginya suku bunga global, menjadi faktor utama yang menggerakkan pasar saat ini.
Reydi menekankan bahwa aliran dana investor sangat sensitif terhadap perkembangan konflik dan inflasi. Ia memprediksi suku bunga tetap tinggi untuk waktu yang lama, serta fluktuasi harga minyak yang berpengaruh besar terhadap pasar. “Jika tensi mereda, pasar bisa rebound; tetapi jika eskalasi terjadi, tekanan akan kembali mendominasi,” tuturnya.
Penguatan IHSG hari ini dipicu oleh technical rebound setelah libur panjang, sentimen positif dari pasar global, dan rotasi ke sektor energi serta barang konsumen non-primer. Selain itu, meredanya ketegangan geopolitik dan penurunan harga minyak memberikan dorongan bagi peningkatan indeks saham.
Meskipun terjadi peningkatan, Reydi mencatat bahwa investor masih bersikap selektif dan berhati-hati dalam berinvestasi. Aliran investasi asing dapat dikategorikan sebagai akumulasi terbatas, dengan para investor menunggu kepastian arah pasar global dan stabilitas makroekonomi.
Bursa saham regional Asia juga menunjukkan penguatan, dengan indeks Nikkei naik 2,82 persen, dan indeks Shanghai serta Hang Seng masing-masing meningkat 1,30 persen dan 0,87 persen. Tren positif ini menunjukkan potensi harmonisasi dalam pasar saham global di tengah ketidakpastian yang ada.