custompaperswriting.com – Badan Pengusahaan Batam mengumumkan bahwa Terminal Peti Kemas (TPK) Batu Ampar mampu menurunkan biaya logistik untuk ekspor Batam ke Shanghai hingga 300 dolar AS per kontainer. Hal ini berkat langkah modernisasi infrastruktur dan penguatan sistem operasional yang sedang dilakukan. Denny Tondano, Deputi Bidang Pengusahaan BP Batam, menekankan bahwa penataan ulang TPK Batu Ampar merupakan bagian dari strategi untuk membangun ekosistem logistik yang kompetitif di Asia Tenggara.
Proyek ini melibatkan investasi sekitar 85 juta dolar AS, yang digunakan untuk memperbarui peralatan bongkar muat, memperluas lapangan, dan meningkatkan kapasitas terminal. Dengan adanya perubahan ini, biaya pengiriman untuk rute Batam-Shanghai kini berkisar antara 650 hingga 800 dolar AS per kontainer 20 kaki, jauh lebih rendah dibandingkan skema sebelumnya yang mencapai 950 hingga 1.100 dolar AS, yang juga membutuhkan waktu lebih lama melalui kapal pengumpan di Singapura.
Perbaikan ini menciptakan potensi efisiensi hingga 50 persen dan mempersingkat waktu pengiriman menjadi hanya delapan hari. BP Batam juga memperkuat konektivitas pelayaran internasional dengan skema pelayaran langsung. Selain itu, penerapan sistem pembayaran real-time melalui Direct Billing yang direncanakan akan mempermudah proses administrasi dan mengurangi birokrasi bagi pengguna jasa.
Denny dan Benny Syahroni, Direktur BP Batam, mengungkapkan komitmen untuk meningkatkan kapasitas terminal, mengakomodasi pertumbuhan arus barang global, dan menjaga produktivitas pelabuhan. Rencana strategis ini bertujuan untuk memperkuat posisi Batam sebagai hub logistik regional dan mendukung pertumbuhan investasi serta perekonomian nasional.