custompaperswriting.com – Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memfokuskan beberapa program strategis untuk tahun 2027, yang mencakup aspek keselamatan, keamanan, dan pengembangan Sistem Angkutan Umum Massal (SAUM) di kota Medan dan Bandung. Dalam rapat yang berlangsung di Jakarta, Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub, Aan Suhanan, menegaskan bahwa keselamatan dan keamanan menjadi prioritas dalam anggaran untuk mendukung transportasi darat yang lebih aman.
Kemenhub mengalokasikan anggaran sebesar Rp414,61 miliar untuk program keselamatan, termasuk dukungan pelayanan Zero ODOL, pemeliharaan perlengkapan jalan, dan penanganan lokasi rawan kecelakaan. Selain itu, pembangunan SAUM mendapatkan anggaran sebesar Rp1,55 triliun, yang merupakan bagian dari proyek besar dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang didukung oleh World Bank.
Aan menjelaskan bahwa selain program utama ini, ada juga alokasi anggaran untuk 624 layanan keperintisan senilai Rp224,09 miliar, dan empat layanan angkutan perkotaan yang direncanakan dengan anggaran Rp35,1 miliar. Untuk rehabilitasi pascabencana di Aceh dan Sumatera Barat, telah disiapkan dana Rp11,97 miliar.
Namun, Kemenhub menghadapi kendala anggaran, karena dari total kebutuhan Rp10,22 triliun, hanya mendapatkan pagu indikatif sebesar Rp4,31 triliun. Ada selisih sebesar Rp5,91 triliun yang perlu dipenuhi untuk memastikan program dan layanan transportasi darat dapat berjalan sebagaimana mestinya. Oleh karena itu, Kemenhub juga mengajukan tambahan anggaran kepada Kementerian Keuangan untuk mendukung pelayanan yang optimal bagi masyarakat.