custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) menunjukkan penguatan pada Jumat pagi, dengan peningkatan 23,59 poin atau 0,40 persen, mencapai posisi 5.936,04. Kenaikan ini didukung oleh sentimen positif baik dari faktor global maupun domestik, termasuk optimisme terhadap sektor teknologi terutama kecerdasan buatan.
Menurut Liza Camelia Suryanata, kepala riset Kiwoom Sekuritas, jika IHSG bertahan di atas 5.900, ada peluang untuk bergerak menuju 5.987, kemudian 6.045 hingga 6.107. Namun, jika turun di bawah angka tersebut, indeks berisiko menguji level support antara 5.839 dan 5.805.
Di sisi internasional, ketegangan geopolitik di Timur Tengah menjadi fokus perhatian pasar setelah serangan Amerika Serikat terhadap target-target di Iran. Meskipun demikian, harga minyak justru mengalami penurunan hampir 3 persen setelah Iran menyatakan keinginan untuk bernegosiasi dengan AS, yang meredakan kekhawatiran pasar terkait gangguan pasokan energi.
Sentimen positif juga didorong oleh kembali menguatnya saham-saham semikonduktor, menyusul pengumuman dari Meta tentang produksi chip AI dan tingginya permintaan IPO SK Hynix, yang mencerminkan prospek belanja untuk AI yang kuat. Liza menambahkan bahwa kondisi pasar tenaga kerja yang resilien dan pelemahan sektor perumahan mendukung ekspektasi bahwa The Fed akan tetap berhati-hati dalam kebijakan moneternya.
Pihak BEI mencatat, jumlah emiten yang terdaftar dalam kategori High Shareholding Concentration (HSC) kini berkurang menjadi 14 perusahaan, sebagai langkah untuk meningkatkan transparansi dan likuiditas pasar. Sementara itu, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan mencapai 5,0 persen pada 2026, mencerminkan keyakinan terhadap ketahanan ekonomi domestik.