custompaperswriting.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis lalu mengalami penguatan, dipicu oleh optimisme para pelaku pasar terhadap kemungkinan Bank Indonesia (BI) menahan suku bunga acuannya. IHSG dibuka dengan kenaikan 47,22 poin atau 0,57 persen, mencapai level 8.357,45, sementara indeks LQ45 yang mencerminkan 45 saham unggulan juga mengalami peningkatan sebesar 3,83 poin atau 0,46 persen ke posisi 842,37.
Para analis dari Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas memproyeksikan IHSG akan terus menguat, mengingat pelaku pasar menantikan hasil Rapat Dewan Gubernur BI. Sebanyak 12 institusi memperkirakan BI akan mempertahankan suku bunga di level 4,75 persen demi menjaga stabilitas nilai tukar Rupiah di tengah ketidakpastian yang terjadi di pasar global.
Data inflasi Indonesia untuk Januari 2026 mencatatkan angka 3,55 persen (yoy) yang menunjukkan kondisi yang relatif terkendali. Hal ini membuka peluang bagi BI untuk melakukan pemangkasan suku bunga di masa mendatang, berpotensi dimulai pada Maret 2026, tergantung pada dinamika di pasar.
Ruang lingkup utang luar negeri Indonesia pada kuartal IV-2025 juga meningkat menjadi 431,7 miliar dolar AS, mendorong pertumbuhan utang pemerintah yang diakibatkan oleh masuknya dana asing ke dalam Surat Berharga Negara (SBN). Meskipun ini dapat memberikan tekanan pada Rupiah, rasio utang terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) tetap sehat di angka 29,9 persen dengan dominasi utang jangka panjang mencapai 85,7 persen.
Di sisi internasional, rapat The Fed pada Januari 2026 menunjukkan mayoritas pejabat sepakat untuk menahan suku bunga, namun kekhawatiran tentang inflasi yang tinggi tetap ada. Seluruh bursa saham Eropa dan Wall Street menunjukkan penguatan, menciptakan sentimen positif yang juga dirasakan di bursa Asia.